This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 31 Mei 2013

proposal



Pengertian Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.
Jenis – Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal.
Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1. Bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.

2. Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.
3. Bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi:
-          Nama kegiatan (judul),
-          Dasar pemikiran,
-          Tujuan diadakannya kegiatan,
-          Ruang lingkup,
-          Waktu dan tempat kegiatan,
-          Penyelenggara (panitia),
-          Anggaran biaya,
-          Penutup.
Ciri-Ciri Proposal
1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).
Bentuk – bentuk Proposal:
-          Proposal Rencana Kegiatan
-          Usaha (Bisnis)
-          Organisasi àPengurus dan Kepanitiaan
-          Proposal Penelitian à Skripsi, Tesis, Magang
-          Proposal Bantuan Dana (Sponsorship)
Unsur – unsur Proposal:

    Dasar Pemikiran à berisi pokok-pokok pemikiran akan perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
    Tujuan àmenjelaskan tujuan dan manfaat kegiatan yang akan
    Jenis Kegiatan à Sama dengan bentuk/ nama kegiatan. Juga bisa berupa rangkaian kegiatan
    Tema Kegiatanà berisi inti-inti kegiatan atau take line kegiatan.
    Target/sasaran à Peserta yang akan diikut sertakan dlm kegiatan tersebut


BAGIAN-BAGIAN PROPOSAL

    Tema

Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang diangkat dalam kegiatan tersebut.

    Judul

Dalam memilih dan menetapkan judul suatu penelitian, Mardalis (1999) menyarankan tentang hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :
(1) Judul sebaiknya yang menarik minat peneliti
(2) Judul yang dipilih mampu untuk dilaksanakan peneliti
(3) Judul hendaknya mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti(4)Judul yang dipilih hendaknya cukup data tersedia
(4) Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain.Hal yang perlu dipertimbangkan agar judul suatu usulan penelitian memenuhi syarat sebagai judul yang tepat dan baik, yaitu :
a. Judul dalam ungkapan pernyataan, bukan pertanyaan:
b. Cukup jelas dan singkat serta tepat.
c. Berisi variabel-variabel yang akan diteliti.
d.Judul menggambarkan keseluruhan isi dan kegiatan penelitian yang dilakukan.
e. Judul tesebut harus tepat, logis dan cermat, bersifat indikatif dan informatif.

    Pendahuluan

    Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
    Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
    Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.

    Latar Belakang Masalah

Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan. Dengan demikian maka masalah atau latar belakang masalah merupakan penentu apakah suatu penelitian layak dikerjakanatau tidak. Pada “latar belakang masalah” ditunjukkan adanya masalah yang  akan diteliti. Latar belakang ini harus ditampilkan secara kuat, maka kita harus mengemukakan data dan fakta sebagai alasan dengan mengurangi argumentasi pribadi sedikit mungkin. Pada latar belakang ini peneliti harus dapat menjelaskan bahwa keinginan untuk meneliti masalah tersebut timbul, karena peneliti melihat adanya kesenjangan atau jurang perbedaan antara hal yang seharusnya atau idealnya dengan kenyataan yang ditemui dilapangan. Pada latar belakang ini harus diketahui dengan jelas bahwa masalah yang diajukan betul-betul dirasakan perlunya.Agar pada latar belakang ini dapat diajukan argumentasi yang kuat serta didukung oleh fakta dan data, maka peneliti perlu melakukan studi pendahuluan ataupun studi pustaka. Pada latar belakang berisi perumusan masalah, yang memuat penjelasan mengenai alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian itu dipandang menarik, penting, dan perlu diteliti. Selain itu juga diuraikan kedudukan masalah yang akan diteliti dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan (2002) menyatakan bahwa pada perumusan masalah yang mencakup latar belakang tentang alasan mengangkat masalah tersebut dan ada penjelasan tentang makna paling penting serta menariknya masalah tersebut untuk dipahami.

    Tujuan Kegiatan

    Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
    Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa.

    Sasaran/Peserta

Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).

    Waktu dan Tempat

Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.

    Landasan Teori

Landasan teori dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun sendiri oleh mahasiswa sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah peneliian dan untuk merumuskan hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan yanglangsung berkaitan dengan bidang ilmu yang diteliti.

    Penyusunan Hipotesis

Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka, dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi, dan masih harus dibuktikan kebenarannya. Nasution (2003) menjabarkan tentang hipotesis, sebagai berikut :
(1) Suatu hipotesisdapat berkembang menjadi suatu teori,
(2) Hipotesis diturunkan dari teori,
(3) Hipotesis berfungsi untuk :
(a) menguji kebenaran suatu teori,
(b) memberi ide untuk mengembangkan suatu teori.
(c) memperluas pengetahuan kita mengenai gejala-gejala yang kita pelajari,
(4) Hipotesis merupakan pernyataan yang bersifat sementara tentang suatu hal,
(5) Petunjuk umum pembuatan hipotesis:
(a) harus bertalian dengan teori tertentu,
(b) harus dapat diuji berdasarkan data empiris, dan harus bersifat spesifik,
(c) harus dikaitkan dengan teknik penelitian yang ada untuk mentesnya.
Singarimbun dan Effendi (1989) memberi penjelasan bahwa suatu hipotesis selalu dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menghubungkan antara dua variabel atau lebih. Arikunto (2002) menjelaskan tentang hipotesis sebagai berikut:
(1) Penelitian yang tidak memerlukan hipotesis adalah penelitian eksploratif, survei, dan penelitian development.
(2) Penelitian yang memerlukan hipotesis adalah menghitung banyaknya sesuatu (magnitude), tentang perbedaan (differencies), dan hubungan (relationship),
(3) Hipotesis kerja / hipotesis alternatif menunjukkan hubungan antara variabel X dan Y. contoh : (i) jika ……. maka ……..,(ii) ada pengaruh …………… terhadap …………,
(4) Hipotesis nol (nullhypothesis, hipotesis statistik) menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel,atau tidak adanya pengaruh variabel X tehadap variabel Y. contoh : (i) tidak ada perbedaan antara …………. dengan ……………, (ii) tidak ada pengaruh ………..terhadap …….

    Penutup

-          Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
-          Ditutup dengan lembar pengesahan proposal .
-          Terakhir, diikuti dengan lampiran.

source :
http://rifandiarief.wordpress.com/2012/03/18/makalah-teknik-pembuatan-proposal-2/

contoh proposal

01.21 | Label: Tulisan






PROPOSAL KEGIATAN
PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE – 63

WARGA RT 06/08
LINK. PENGAIRAN BARU


               
               
               
               
               
               
               

               
               

               
                               
               
               



               

















PROPOSAL KEGIATAN
DALAM RANGKA PERINGATAN HUT RI KE-63


I.                   PENDAHULUAN

I.1              LATAR BELAKANG

Tema HUT RI ke-63: "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, serta Kita Perkuat Ketahanan Nasional Menghadapi Tantangan Global".

I.2              MAKSUD DAN TUJUAN

I.2.1 Maksud

Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME dan kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 63 pada tanggal 17 Agustus 2008

I.2.2 Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan diadakannya acara ini.
a.                  Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga RT06/08 Link. Pengairan Kec. Purwakarta, Cilegon – Banten.
b.                  Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi diantara anak-anak.
c.                   Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba diantara anak-anak
d.                  Memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.


I.3              DASAR KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan.
1.                  Pancasila sila ke-3, “Persatuan Indonesia”.
2.                  Petunjuk dan arahan bapak Ketua RW 08 tentang pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI ke 63 di tingkat RT di lingkungan RW 08 Link. Pengairan Kec. Purwakarta, Cilegon – Banten.

II.                 ISI PROPOSAL

II.1                         TEMA KEGIATAN

Kegiatan yang mengedepankan kebersamaan warga antar generasi serta kegiatan anak-anak yang bersifat mengembangkan daya kreatifitas, ketrampilan, ketangkasan dan sportifitas.

II.2             MACAM KEGIATAN

1.      Acara syukuran HUT RI ke 63 ,  17 Agustus 2008
a.      Syukuran & Doa
b.      Santap Malam Bersama & Ramah Tamah
Detil pelaksanaan akan ditetapkan kemudian

2.      Perlombaan balita dan anak-anak
a.      Tingkat Balita (usia 0 – 5 tahun)        3 lomba
b.      Tingkat SD (usia 6 – 12 tahun)                        5 lomba
Jenis perlombaan akan ditetapkan kemudian



II.3             PESERTA

Seluruh warga RT06/08 Link. Pengairan Kec. Purwakarta, Cilegon – Banten.



II.4             WAKTU dan TEMPAT PELAKSANAAN

a.      Perlombaan balita dan anak-anak

Hari, tanggal   : Minggu, 17 Agustus 2008
Waktu              : Pukul 07.30 WIB s.d. selesai
Tempat            : Lapangan Volley RT06/08
                                            Kecamatan Purwakarta Cilegon.


b.      Acara syukuran HUT RI ke 63 – 17 Agustus 2008

Hari, tanggal   : Minggu, 24 Agustus 2008
Waktu              : Pukul 19.30 WIB s.d. selesai
Tempat            : Lapangan Volley RT06/08
                                            Kecamatan Purwakarta Cilegon.


II.5       SUSUNAN KEPANITIAAN

Pelindung                    : Tuhan Yang Maha Esa
                                    
Penasehat                   : Bapak Ketua RW 06

Penanggung Jawab     : Bapak Ketua RT 06/08

Panitia Pelaksana

Ketua Pelaksana          : Ade Supriyadi
Sekretaris                    : Sindhu K.I. Noegroho
Bendahara                   : Evi

Seksi-seksi

1.      Seksi Acara Malam Syukuran
Koordinator                 : Iwan
Anggota                       : Endah Bambang, Iis
  Novi, Fauzi, Ari ,Sindhu,
  Abdul Rahman, Didi.

2.      Seksi Perlombaan Anak-Anak
Koordinator                 : Sigit
Anggota                       : Tuti, Kris, Susi, Evi,
                                      Linda, Agus, Didi, Tuing, Daus.

3.      Seksi Umum & Dokumentasi
Koordinator                 : Didik Suryadi
Anggota                       : Sindhu, Daus



II.7       JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Jadwal rinci pelaksanaan kegiatan akan ditetapkan dan diumumkan kemudian.


III.              ESTIMASI BIAYA

III.1            PENGELUARAN

1.      Seksi Kesekretariatan
-     Pembuatan Proposal                           Rp.       25.000
-     Foto kopi                                             Rp.       25.000
                                          Jumlah             Rp.       50.000

2.      Seksi Acara Malam Syukuran
-     Konsumsi                                             Rp.       800.000
-     Hiburan Organ Tunggal                       Rp.    1.000.000
Jumlah             Rp.    1.800.000

3.      Seksi Perlombaan Anak-Anak
-     Alat dan bahan perlombaan               Rp.       100.000
-     Hadiah-hadiah                                    Rp.       800.000
-     Snack untuk 60 anak @Rp. 10.000     Rp.       600.000                     
                                          Jumlah             Rp.      1.500.000

4.      Seksi Umum & Dokumentasi                        
-     Cuci cetak foto                                   Rp.         50.000
-     Transport                                             Rp.        100.000
                                          Jumlah             Rp.       150.000

                                          Total                Rp.   3.500.000
Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)        



III.2 SUMBER DANA

Kegiatan ini memperoleh dana dari

- Bantuan kas RT                                                               Rp.     500.000
- Arisan ibu-ibu                                                                  Rp.     250.000
- Donasi para donatur RT06/08 yang budiman    Rp.  1.750.000
- Partisipasi warga minimal Rp. 25.000/rumah                Rp.  1.000.000
                                                                
Total                Rp.   3.500.000
Terbilang: (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
                                     


IV.              PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.




LEMBAR PENGESAHAN



            Ketua Pelaksana                                                                      Sekretaris



Ade Supriyadi                                                                   Sindhu Kurnia Irawan
 
    

Menyetujui
KETUA RT06/08 Link. Pengairan Kecamatan Purwakarta




Irian Jaya

Minggu, 12 Mei 2013

Memelihara ayam bangkok

Tips Memelihara Ayam Bangkok/ Aduan – Buka Mata. Beberapa tips memelihara ayam bangkok/ aduanadalah sbb:

1. Cara Meruncingkan Jalu : · Ikatlah jalu dgn kain yang basah selama 3 hari, jika kering dibasahi lagi. Setelah 3 hari dilepaskan ikatan tadi, maka kulit atau cangkang jalu akan terkelupas rata & meruncing seperti duri.
2. Mengamati Posisi Kepala Ayam Saat Tidur :
·         Jika posisi kepala ke belakang & diselipkan di sayap maka kondisi ayam seperti ini berarti lagi kurang sehat/fit. Ayam yg sehat pasti posisi kepala tetap menghadap ke depan. Ayam bangkok yg bagus posisi kepala ketika tidur menghadap ke depan sampai dengan menyentuh dilantai
3. Penyakit Cacingan Dengan Buah Pinang :
·         Cacingan pada ayam Bangkok dapat diobati dengan buah p
·         Cairan infus sangat bagus untuk ayam bangkok yg masih kecil, karena untuk pertumbuhan & mencegah penyakit. Caranya campur 1 ltr air dgn 1-3 sendok cairan infus.
5. Cara Mengatasi Badan Ayam Bangkok Yang Bantat
·         Cara untuk mengatasi badan ayam bangkok yg bantat adalah dgn berkipu, atau mandi dgn pasir atau tanah halus. Ayam secara alami akan senang melakukannya. Tinggal menyediakan tempatnya, sejengkal tanah yg diberi pasir atau tanah lembut/debu. Selain itu biarkan ayam bangkok bergerak secara bebas pada ruang yg cukup & sediakan tempat bertengger shg ayam Bangkok dapat dgn mudah untuk melompat-lompat.
6. Cara Mengatasi Apabila Kulit Telur Tipis Atau Gampang Pecah :
·         Beri makanan yg mengandung protein & kalsium tinggi, pecahan telor, tepung tulang. Kasih taburan kulit kerang yg telah ditumbuk disekitar umbaran. 

Rabu, 24 April 2013

KEGIATAN SOSIAL



MAKALAH KEGIATAN SOSIAL
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRKa6Pn3mTllBRrcEVl6PolFQeo-FMLv3j844QTpWwqjcHiQGdEZg
DISUSUN : NUR FREDY W 1511028









































Model Keberlanjutanan Kegiatan Sosial

“Andaikata kemiskinan berwujud manusia, maka dialah musuh pertama yang akan kupenggal kepalanya!” (Ali bin Abi Tholib)
Keberlanjutan merupakan kata kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang dicita-citakan PNPM Mandiri Perkotaan. Sebagai salah satu ikhtiar pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, tujuan akhir yang diharapkan pemerintah melalui PNPM Mandiri Perkotaan adalah terwujudnya penanggulangan kemiskinan oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Guna mencapai cita-cita mulia tersebut, sudah sedemikian banyak pedoman, modul, materi serta bahan bacaan yang dicetak dan dibagikan kepada pendamping dan masyarakat.
Bahkan, yang baru-baru ini disosialisasikan dan berhasil menciptakan polemik serta kontroversi, adalah POB Kegiatan Sosial. Akan tetapi, apakah model keberlanjutan kegiatan sosial yang dibayangkan dan dirancang oleh konsultan sama dan sebangun dengan apa yang dirisaukan, dirasakan, dipahami dan bahkan yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat?
Agar tidak hanya berhenti pada tataran konsep, maka penulis menyajikan tiga model kegiatan sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Klaten sebagai hasil kreativitas masyarakat sesuai permasalahan dan potensi di wilayah masing-masing.
1.     Lembaga Pengembangan Infaq (LPI). The Power of Giving. 
BKM Amanah, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. 

LPI merupakan lembaga mandiri yang dibentuk untuk merealisasikan salah satu program mandiri dari BKM Amanah Desa Ngawonggo. Disebut sebagai program mandiri karena dirancang untuk tidak tergantung pada dana BLM, tetapi mendorong kepedulian masyarakat untuk membiayai kegiatan penanggulangan kemiskinan. Kegiatan yang dilakukan oleh LPI adalah menghimpun dan mengelola serta menyalurkan infaq dari warga untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sejak didirikan dan mulai beraktivitas pada tahun 2007 hingga akhir tahun 2012, LPI sudah berhasil menghimpun dana dari masyarakat dan kelompok peduli sebesar Rp15.920.020 serta membiayai 3 dari 10 program yang direncanakan, yakni program santunan kesehatan sebesar Rp3,1 juta untuk 31 orang penerima manfaat, program peduli anak yatim sebesar Rp4.870.000 untuk 36 orang penerima manfaat, dan program sembako murah sebesar Rp6.088.000 untuk 298 KK.
2.     Program "1000 Garis" – Seribu Rupiah Setiap KK Setiap Bulan
LKM Karya Sejahtera, Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten

Pada bulan Maret 2011, LKM Karya Sejahtera Desa Sajen mencanangkan Program "1000 Garis", yakni Gerakan Infak se-Desa Sajen dengan nilai nominal Rp1.000 per KK setiap bulan. Hingga akhir tahun 2012, dari program tersebut LKM sudah bisa membangun 33 unit jamban bagi keluarga miskin secara mandiri.
 

Mekanisme pengumpulan dana dari masyarakat setiap bulan melalui masing-masing RT kemudian disetorkan ke RW untuk dikelola oleh UPS di tingkat desa. Sedangkan pembangunan jamban diserahkan kepada panitia pelaksana di masing-masing RW dengan dukungan LKM.
 

Ada 247 dari 1.600-an KK di Desa Sajen yang belum mempunyai jamban. Penentuan prioritas penerima manfaat dilakukan di tingkat RW, sedangkan pelaksanaan bergilir satu unit setiap RW dengan penentuan urutan disepakati dilakukan melalui undian.
 

Guna mempercepat target penyelesaian pembangunan jamban sejumlah 247 unit tersebut, selain melalui program “1000 Garis” maka mulai tahun 2013 pembangunan jamban juga direncanakan untuk didanai dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan. Dengan demikian program “1000 Garis” selanjutnya bisa membiayai kegiatan lain, sesuai dengan perencanaan, yakni peduli anak yatim, kegiatan keagamaan, santunan jompo/lansia, pelayanan kesehatan, peduli balita, pemberdayaan ekonomi dhuafa, kegiatan pemuda, perbaikan RTLH, pelestarian lingkungan hidup dan pertanian.

 
3.     Satu Bumbung Satu Rumah – Jimpitan Malem Minggu 
KSM Sarwo Manunggal, Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten

Dukuh Ketekan, Desa Temuwangi, tempat penulis tinggal terdiri dari 2 RT, dengan kekuatan kelembagaan terdiri dari 3 kelompok. Yakni, kelompok arisan ibu-ibu yang tergabung dalam paguyuban Sami Manunggal (dengan pertemuan rutin setiap tanggal 1), kelompok warga Sarwo Manunggal yang mewakili kepala keluarga (dengan pertemuan rutin selapanan setiap malam Minggu Wage), dan kelompok pemuda Mudho Manunggal (yang biasa berkumpul setiap malam Minggu).
 

Awalnya masing-masing kelompok mengelola perlengkapan pendukung hajatan warga sendiri-sendiri, dimana kelompok pemuda mengelola meja, kursi,
 gedheg dan sound system, kelompok bapak-bapak mengelola piring, gelas, jimbeng, coblong dan seng, serta ibu-ibu mengelola peralatan masak (wajan, ompreng, ember, drink jar, dan lain-lain). Akan tetapi mulai tahun 2012 disepakati bahwa perlengkapan pendukung hajatan warga tersebut dikelola secara bersama-sama. Adapun hasil dari penyewaan perlengkapan tersebut digunakan untuk menambah dan melengkapi inventaris yang ada sehingga meningkatkan pelayanan kepada warga yang membutuhkan, serta untuk mendukung pembangunan prasarana umum (misalnya perkerasan jalan).

Dalam Renta Pronangkis 2013 Desa Temuwangi merencanakan program sosial produktif berupa persewaan perlengkapan pendukung pesta/hajatan, dan warga Dukuh Ketekan melalui KSM Sarwo Manunggal mengajukan kegiatan peremajaan kursi dengan BLM sebesar Rp2,5 juta. Melalui kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi penulis selaku relawan untuk melakukan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya kepedulian terhadap permasalahan kemiskinan. Dana sosial dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan, yang dulunya biasa diberikan secara langsung kepada anak yatim, jompo, warga miskin dalam bentuk uang tunai atau sembako yang sekali habis, agar lebih lestari dan berkelanjutan dana sosial tersebut “dititipkan” kepada warga melalui KSM/lembaga yang ada untuk dikelola dan hasilnya dikembalikan kepada warga miskin yang perlu dibantu.
 

Karena hanya sebagai langkah awal untuk mendorong kepedulian warga, maka kalau hanya mengandalkan dari persewaan kursi dan perlengkapan lainnya hasilnya tidak akan layak untuk dibagikan kepada warga miskin. Langkah berikutnya yang penulis lakukan adalah mengajak kelompok pemuda untuk mengelola jimpitan mingguan, dengan memasang bumbung dari bambu di setiap rumah untuk menampung iuran sukarela dari warga, kemudian setiap malam minggu diambil dan dikelola oleh pemuda. Dari 60-an rumah, setiap minggu rata-rata bisa terkumpul Rp150.000. Setelah berjalan selama kurang lebih empat bulan, mulai September sampai Desember 2012, sudah terkumpul dana jimpitan sebesar Rp647.000.
 

Kemudian melalui pertemuan rutin yang ada, penulis mengajak kepada warga yang secara ekonomi lebih kuat untuk lebih peduli lagi dengan memberikan sumbangan rutin yang lebih besar setiap bulan, tidak hanya melalui jimpitan mingguan. Pemuda akan mendatangi secara rutin setiap bulan untuk menerima dan mengelola sumbangan tersebut. Sampai akhir tahun 2012, pemuda bisa menarik sumbangan sebesar Rp400.000.
 

Selain itu penulis juga mengajak tokoh-tokoh pemuda bersama-sama
 patungan dana untuk program gaduhan kambing. Dana yang terkumpul sejumlah Rp2,5 juta mulai dibelikan kambing dan dipelihara oleh warga dengan sistem bagi hasil. Yang menjadi program berikutnya adalah pemanfaatan dana sosial dari sumbangan warga tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk santunan, akan tetapi bisa digunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dan pemuda yang masih menganggur.
Kesimpulan
Dari aspek sumber dana, bisa ditarik kesimpulan dari ketiga kegiatan di atas ada tiga model yang dipakai. Yakni, (1) Mandiri, terlepas dari dana BLM, seperti yang terjadi di BKM Amanah Desa Ngawonggo dengan LPI-nya; (2) Menggalang kepedulian masyarakat, kemudian memanfaatkan dana BLM, seperti yang dilakukan oleh LKM Karya Sejahtera Desa Sajen dengan Program “1000 Garis”-nya; (3) Memanfaatkan dana BLM sebagai stimulan guna mendorong kepedulian masyarakat, seperti yang diterapkan oleh KSM Sarwo Manunggal Dukuh Ketekan Desa Temuwangi.
Sedangkan dari aspek kelembagaan, bisa dilihat ada tiga model yang digunakan. Yaitu, (1) BKM/LKM membentuk lembaga mandiri. Atau dalam bahasa PNPM Mandiri Perkotaan: membentuk unit pengelola baru, di luar Unit Pengelola (UP) yang sudah ada. Ini yang dilakukan oleh BKM Amanah Desa Ngawonggo dengan LPI-nya; (2) Mengoptimalkan Unit Pengelola Sosial (UPS), seperti yang dilakukan oleh LKM Karya Sejahtera, Desa Sajen, dengan menyerahkan pengelolaan Program “1000 Garis” kepada UPS; (3) Mendorong dan memperkuat peran KSM Sosial, seperti yang terjadi di BKM Karya Mandiri, Desa Temuwangi dengan KSM Sarwo Manunggal
Ketiga model di atas (bahkan bisa muncul model-model lainnya) disesuaikan dengan permasalahan dan potensi yang ada di masyarakat. Agar keberlanjutan dari kegiatan sosial bisa terjamin, upaya yang bisa dilakukan, di antaranya, adalah pertama, sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan untuk menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat, terutama melalui media pertemuan rutin yang ada di kelompok masyarakat. Kedua, mendorong komitmen dan teladan dari pelaku dan tokoh masyarakat (termasuk konsultan/fasilitator sebagai agen pendorong perubahan). Ketiga, menyusun program yang kreatif dan inovatif sesuai budaya dan kearifan lokal. Keempat, mewujudkan lembaga pengelola yang transparan dan akuntabel sehingga menimbulkan trust dari masyarakat untuk berpartisipasi. Kelima, menjembatani sinergi antarlembaga di tingkat masyarakat untuk menguatkan perubahan sosial yang dicita-citakan.
Sebagai penutup, substansi mendasar dari pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengubah masyarakat dari miskin menjadi tidak miskin lagi. Melainkan mengubah dari masyarakat yang tidak peduli menjadi masyarakat yang peduli. Termasuk dari sisi kelembagaannya.
“Tahukah kamu orang yang telah mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak-anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang-orang miskin.” (QS. Al-Maa’uun (107): 1 - 3). [Jateng]