This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 22 April 2013

Jurnal Inflasi



   JURNAL INFLASI
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRKa6Pn3mTllBRrcEVl6PolFQeo-FMLv3j844QTpWwqjcHiQGdEZg
DISUSUN : NUR FREDY W 1511028














BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Saat ini kita seringkali mendengar kata inflasi. Akan tetapi apa benar kita sudah mengetahui apa inflasi itu. Kebanyakan dari kita tiadak mengetahuinya. Padahal sangat penting bagi kita untuk mengetahui inflasi. Hal ini disebabkan inflasi tidak bisa dilepaskan dari masalah perekonomian.
Dengan mengetahui secara benar tentang masalah inflasi, tentu saja kita berharap dapat mengatasi atau bahkan mencegahnya. Kita tidak bisa memungkiri akan besarnya kemungkinan dinegara kita akan menghadapi masalah inflasi. Sebagai seorang mahasiswa sudah sepatutnya kita membanntu permasalahan ekonomi yang ada di negara kita khususnya masalah inflasi. Oleh karena itu kami sengaja membuat makalah ini karena masalah inflasi saat ini bukanlah masalah yang remeh terutama di masa-masa krisis global seperti yang kita alami sekarang. Kami berharap makalah ini bisa membantu walaupun sedikit.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian inflasi itu?
2.      Apa saja teori Inflasi?
3.      Apa saja sumber inflasi?
4.      Apa saja efek yang ditimbulkan dari inflasi?
5.      Apa dampak dari inflasi?
6.      Bagaimana cara mencegah inflasi?
7.      Bagai mana cara menghitung inflasi?












BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) dalam jangka waktu yang lama. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kanaikan harga belangsung secara terus-menerus dan saling mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Dalam membicarakan mengenai masalah inflasi, perlu kita membedakan diantara inflasi merayap (creeping inflation), inflasi sederhana (moderate inflation) dan inflasi hiper (hyper inflation). Tidak terdapat suatu ukuran tertentu yang dapat digunakan untuk membedakan ketiga jenis inflasi tersebut, tetapi secara kasar dapatlah dikatakan bahwa inflasi merayap adalah inflasi yang tingkatnya tidak melebihi 2-3 persen setahun, inflasi sederhana adalah inflasi yang berada disekitar 5-8 persen dan inflasi hiper adalah inflasi yang tingkatnya sangat tinggi yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua kali lipat atau lebih dalam tempo satu tahun.
B.     Teori Inflasi
1)      Teori Kuantitas
Teori ini menyoroti hal-hal yang berperan dalam proses inflasi, yaitu jumlah uang yang beredar dan anggapan masyarakat mengenai kenaikan harga-harga. Inti dari teori kuantitas adalah sebagai berikut. Inflasi yang bisa terjadi apabila ada penambahan volume uang yang beredar. Tanpa ada kenaikan jumlah uang yang beredar, gagal panen misalnya hanya akan menaikan harga-harga untuk sementara waktu saja. Penambahan jumlah uang ibarat” bahan bakar” bagi api inflasi. Apabila jumlah uang bertambah, inflasi akan berhenti dengan sendirinnya.
Laju inflasi disebabkan oleh laju pertambahan jumlah uang beredar dan anggapan masyarakat mengenai harga-harga. Teori kuantitas ini di kemukankan oleh Irving Fisher. Adapun rumusnya sebagai berikut :
Keterangan :
M = Jumlah uang yang beredar
V = Kecepatan perputaran uang
P = Tingkat harga
T = Banyaknya transaksi
Di setiap transaksi, jumlah yang dibayarkan oleh pembeli sama dengan jumlah uang yang diterima penjual. Hal ini berlaku untuk seluruh perekonomian.
Dalam periode tertentu nilai barang dan jasa yang dibeli harus sama dengan nilai barang dan jasa yang dijual. Nilai barang yang dijual sama dengan volume transaksi (T) di kalikan harga rata-rata barang tersebut (P).


2)      Teori Keynes`
Menurut John Maynard Keynes,. Inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Keynes berpendapat, proses inflasi adalah proses perebutan bagian rezeki diantara kelompok-kelompok sosial yang menginginkan bagian yang lebih besar dari yang bisa disediakan oleh masyarakat tersebut. Oleh keynes proses perebutan ini diterjemahkan menjadi keadaan di mana permintaan masyarakat terhadap barang selalu melebihi jumlah barang-barang yang tersedia. Peristiwa tersebut menimbulkan apa yang disebut celah inflasi atau inflationary gap.
Celah inflasi ini timbul karena golongan-golongan masyarakat berhasil menerjemahkan aspirasi mereka menjadi permintaan yng efektif terhadap barang. Golongan-golongan masyarakat yang dimaksud yaitu pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh. Pemerintah berusaha memperoleh bagian lebih besar dari output masyarakat dengan cara mencetak uang baru. Pengusaha melakukan investasi dengan modal yang diperoleh dari kredit bank, serikat buruh atau pekerja memperoleh kenaikan harga. Hal ini terjadi karena permintaan total melebihi jumlah barang yang tersedia, maka harga-harga akan naik. Adanya kenaikan harga-harga ini menunjukan sebagian dari rencana-rencana pembelian barang dari golongan-golongan tersebut bisa dipenuhi.
Proses inflasi akan terus berlangsung selama jumlah pemintaan efektif dari semua golongan masyarakat melebihi jumlah output yang dihasilkan. Namun apabila permintaan efektif total tidak melebihi harg-harga yang berlaku dari jumlah output yang tersedia, maka inflasi akan berhenti.

3)      Teori Strukturalis
Teori ini didasarkan atas pengalaman di Negara-negara amerika latin. Teori ini memberikan perhatian yang besar terhadap struktur perekonomian Negara-negara sedang berkembang. Hal ini disebabkan inflasi dikaitkan dengan faktor-faktor struktural dari perekonomian. Menurut teori ini, ada dua hal penting dalam perekonomian Negara-negara sedang berkembang yang dapat menimbulkan inflasi, yaitu sebagai berikut:
a)      Ketidakjelasan penerimaan ekspor
Nilai ekspor tumbuh secara lamban di bandingkan dengan pertumbuhan sektor-sektor lain. Adapun penyebab kelambanan tersebut adalah :
·         Di pasar dunia harga barang-barang ekspor tersebut semakin memburuk.
·         Produksi barang-barang ekspor tidak responsive terhadap kenaikan harga.
b)      Ketidakelastisan penawaran atau produksi bahan makanan di dalam negeri.
Produksi bahan makanan di dalam negeri tidak tumbuh secepat pertumbuhan penduduk dan pendapatan per kapita. Hal ini menyebabkan harga bahan makanan di dalam negeri cenderung untuk naik, sehingga melebihi tuntutan karyawan untuk mendapatkan kenaikan harga barang-barang lain. Dampak yang ditimbulkan yaitu munculnya tuntutan karyawan untuk mendapatkan kenaikan upah atau gaji. Naiknya upah karyawan menyebabkan kenaikan ongkos produksi. Hal ini berarti akan menaikan harga barang-barang. Kenaikan harga barang-barang tersebut mengakibatkan munculnya kenaikan upah lagi. Adanya kenaikan upah akan diikuti oleh kenaikan harga barang-barang begitu seterusnya. Proses ini akan berhenti apabila harga bahan makanan tidak terus naik. Namun karena faktor strukturalis harga bahan makanan akan terus naik sehingga proses saling dorong mendorong antara upah dan harga tersebut selalu mendapat “umpan” baru dan tidak akan berhenti.

C.    Sumber Inflasi
Terdapat banyak faktor yang dapat menimbulkan inflasi. Kenaikan harga bahan mentah yang di impor, kenaikan harga bahan bakar, defisi dalam anggaran belanja pemerintah, pinjaman sistem bank yang berlebihan, dan kegiatan infestasi yang sangat pesat perkembanggannya merupakan beberapa contoh dari keadaan-keadaan dalam perekonomian yang dapat menimbulkan inflasi.  Walaupun masalah inflasi dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor, secara analitis cukuplah apabila faktor-faktor itu dibedakan dan digolongkan kepada dua faktor berikut:
1)      Inflasi yang diakibatkan oleh perubahan dalam permintaan agregat.
Inflasi karena kenaikan permintaan agregat sering disebut dengan demand-pull inflation (inflasi karena ditarik permintaan). Dalam inflasi jenis tersebut, kenaikan kurve permintaan agregat menarik tingkat harga keatas. Agar demand-pull inflation dapat terus terjadi maka kurve permintaan agregat harus terus bergeser keatas sepanjang kurve penawaran agregat. Kenaikan Amerika selama akhir tahun1960-an adalah karena demand-pull inflation, yaitu pada saat terjadi pertumbuhan belanja federal untuk perang Vietnam dan perluasan sosial yang menaikkan permintaan agregat.
Inflasi tariakan permintaan dapat berlaku pada ketika perekonomian menghadapi masalah penganguran yang tinggi maupun pada ketika kesempatan kerja penuh sudah tercapai. Dikebanyakan negara-negara berkembang inflasi tarikan permintaan selalu berlaku, walaupun dalam perekonomian banyak terdapat pengganguran. Keadaan seperti ini dapat terjadi misalnya sebagai defisit angaran belanja pemerintah yang terlalu besar. Devisit seperti ini dibiayai oleh pencetakan uang baru dan akan meningkatakan permintaan agregat permin taan masyarakat. Sedangkan kapasitas produksi berbagai jenis barang ada kalanya mencapai tingkat yang maksimal dan tidak memungkinkan pertambahan produksi dalam keadaan seperti ini inflasi tarikan permintaan akan berlaku.
Apabila suatu perekonomian telah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. Inflasi tarikan permintaan akan berlaku apabila permintaan agregat masih tetap berkembang dengan pesat. Pada kesempatan kerja penuh, perekonomian tidak akan mampu menaikkan produksi. Maka permintaan agregat yang terus bertambah akan menyebabkan kenaikan harga-harga. Ada beberapa keadaan yang menyebabkan permintaan agregat terus berkembang. Defisit dalam anggaran belanja pemerintah merupakan salah satunya, penyebab yang lain adalah ekspor yang terus pesat berkembang (yang menimbulkan kenaikan pendapatan kepada masyarakat dan terus meningkatkan konsumsi rumah tangga dan perbelanjaan agregat), dan sebagai akibat infestasi perusahaan yang semakin meningkat walaupun kesempatan kerja penuh telah tercapai.
2)      Inflasi yang diakibatkan oleh perubahan dalam penawaran agregat.
Inflasi dapat muncul karena penurunan penawaran agregat, contohnya kegagalan panen dan penurunan penawaran minyak menurunkan penawaran agregat selama tahun 1974-1975, sehingga tinggkat harga naik. Inflasi yang terjadi karena penurunan penawaran agregat sering disebut dengan cost-pust inflation. Kenaikan biaya produksi mendorong tingkat harga ke atas. Penurunan penawaran agregat biasanya tidak hanya menyebabkan kenaikan tingkat harga, tetapi penurunan tingkat output, yaitu kombinasi yang disebut stagflasi. Agar cost-pust inflation dapat terus terjadi maka kurva penawaran agregat harus terus bergeser kekiri sepanjang kurva penawaran agregat.
Inflasi seperti ini berlaku pada ketika kegiatan ekonomi telah mencapai kesempatan kerja penuh. Pada tingkat ini industri-industri telah beroprasi pada kapasitas yang maksimal dan penganguran tenaga kerja sangat rendah. Pada tingkat kegiatan ekonomi ini tenaga kerja cenderung untuk menuntut kenaikan gaji dan upah yang menyebabkan peningkatan fdalam biaya produksi. Biaya produksi juga meningkat sebagai akibat kenaikan harga input seperti biaya pengangkutan, kenaikan sewa bangunan dan kenaikan harga bahan mentah. Kenaikan biaya produksi sebagai akibat dari berbagai faktor ini akan mendorong para pengusaha menaikan harga-harga barang yang diproduksikannya.

D.    Efek yang Ditimbulkan dari Inflasi
v  Efek terhadap pendapatan (equity effect)
Efek tehadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan dengan adanya inflasi. Seorang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan oleh adanya inflasi. Misalnya seorang memperoleh pendapatan tetap Rp 500.000,00 per tahun sedang laju inflasi sebesar 10 persen akan menderita kerugian penurunan pendapatan riil sebesar laju inflasi tersebut yaitu Rp 50.000,00.
v  Efek terhadap efisiensi (efficiency effect)
Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor-faktor produksi perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu sehingga dapat mengakibatkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efesien.
v  Efek terhadap output (output effect)
Dalam menganalisa kedua efek di atas (equity dan efficiency effect) digunakan suatu anggapan bahwa output tetap. Hal ini dilakukan supaya dapat diketahui efek inflasi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi dari jumlah output tertentu tersebut.
v  Inflasi dan perkembangan ekonomi
Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan mengalakkan perkembangan ekonomi biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Aturan lain tujuan ini dicapai dengan pembeli harta-harta tetap seperti tanah rumah dan bangunan. Oleh karena pengusaha lebih suka menjalankan kegiatan infestasi yang bersifat seperti ini, infestasi produktif akan berkurang dan tingkat kegiatan ekonomi menurun. Sebagai akibatnya akan lebih banyak penganguran.

E.     Dampak Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung pada parah atau tidaknya tingkat inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiper inflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti karyawan swasta serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka semakin merosot dan terpuruk dari waktu kewaktu.
Bagi orang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya kreditur atau pihak yang meminjamkan akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah dibanding pada saat peminjaman.
Bagi produsen inflasi dapat menguntungkaan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi dari kenaikan biaya produksi. Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi dapat merugikan  produsen. Secara umum inflasi dapat mengkibatkan berkurangnya investasi disuatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan  merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahtraan masyarakat.
F.     Cara Mencegah Inflasi
Dengan mengunakan Irving Fisher MV = PT dapat di jelaskan bahwa inflasi timbul karena MV naik lebih cepat dari pada T. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya inflasi maka salah satu variabel (M atau V) harus dikendalikan. Cara mengatur vareabel M, V dan T tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kebijaksanaan moneter, fiskal atau kebijaksanaan yang menyangkut kenaikan produksi.
a)      Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter di capai melalui jumlah uang yang beredar (M). Salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposito). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila seseorang memasukkan uang kas ke Bank dalam bentuk giro, instrumen lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar terbuka (jual/beli surat berharga). Dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.
b)      Kebijaksanaan Fiskal
Kebijakan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total. Kebijakan fiskal yang berupa pengurangan pengeluaran pemerintah serta kenaikan pajak akan dapat mengurangi permintaan total sehingga inflasi dapat ditekan.
c)      Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang didalam negeri cenderung menurunkan harga.
d)     Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji atau upah (dengan demikian gaji/upah secara riil). Kalau indeks harga naik maka upah atau gaji juga dinaikkan.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue). Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kanaikan harga belangsung secara terus-menerus dan saling mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadang kala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Menurut teori struktural, ada dua hal penting dalam perekonomian Negara-negara sedang berkembang yang dapat menimbulkan inflasi, yaitu Ketidakjelasan penerimaan ekspor dan Ketidakelastisan penawaran atau produksi bahan makanan di dalam negeri.
Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadimya inflasi adalah dengan mengaplikasikan beberapa kebijakan seperti :
1.      Kebijaksanaan Moneter
2.      Kebijaksanaan Fiskal
3.      Kebijaksanaan yang Berkaitan dengan Output
4.      Kebijaksanaan Penentuan Harga dan Indexing

GLOBALISASI BUDAYA DAERAH

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini, yang berjudul “Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Kebudayaan”.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang Pengertian Globalisasi, Pengertian Kebudayaan, Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Kebudayaan, dan Cara Menanggulangi Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Kebudayaan yang penyusun sajikan berdasarkan tinjauan dari berbagai sumber.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusun menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu, penyusun menerima masukan, kritik dan saran dari pembaca. Sekian dan terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………     i
DAFTAR ISI……………………………………       ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang…………………………………   1
B.     Rumusan Masalah………………………………      2
C.     Tujuan ……………………………………………    2
BAB II  PEMBAHASAN
A.    Pengertian Globalisasi ……….…………………………   3
B.     Pengertian Kebudayaan ……….…………..……………………………    3
C.     Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Kebudayaan ..…….………………….     4
D.    Cara Menanggulangi Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Kebudayaan ..…….      7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan……………………………………………   8
B.     Saran…………………………………………………………    8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………  9
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Globalisasi merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Berasal dari kata dasar global yang diberi akhiran –isasi, yang menyatakan sebuah proses. Sering sekali kita mendengar atau membaca kalimat ‘Saat ini kita berada dalam Era Globalisasi’. Apa maknanya? Maknanya ialah saat ini kita sedang berada dalam sebuah masa, yang di dalamnya terjadi proses peng-global-an. Global artinya mendunia. Apa yang terjadi saat ini di sini bisa diketahui oleh dunia dalam waktu yang singkat. Bagaimana bisa hal tersebut terjadi? Jawabannya tentu saja karena perkembangan alat komunikasi, yang berarti pula perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semakin hari semakin banyak ilmu pengetahuan dan teknologi baru dihasilkan oleh manusia. Bukan hanya baru, tapi juga canggih. Saking canggihnya, dua orang yang tinggal di dua benua berbeda dapat saling berbicara sambil bertatapan muka via internet. Apakah berabad-abad lalu hal tersebut dapat terjadi? Tentu saja sangat sulit. Banyak faktor penghambatnya. Selain jarak yang menjadi masalah karena belum adanya teknologi canggih seperti sekarang ini, bahasa pun merupakan suatu penghambat. Seseorang yang tinggal di benua Asia tentu saja menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang yang tinggal di benua Amerika. Jangankan berbeda benua, berbeda negara saja bahasanya sudah berbeda. Saat ini perdagangan tidak hanya terjadi antar masyarakat yang tinggal dalam satu wilayah saja, namun telah terjadi perdagangan lintas negara dan lintas benua. Perbedaan alat tukar (mata uang yang digunakan) bukan lagi menjadi masalah. Dalam hal gaya berpakaian, orang Indonesia tidak hanya menggunakan pakaian asli Indonesia, tapi sudah menggunakan pakaian dari negara lain.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil karya, rasa, dan cipta manusia, begitupun bahasa dan pakaian. Hasil karya, rasa, dan cipta manusia merupakan kebudayaan. Hal itu berarti ilmu pengetahuan dan teknologi serta bahasa dan pakaian merupakan kebudayaan. Globalisasi telah mempengaruhi ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, pakaian, bahkan segala segi kehidupan dalam suatu masyarakat telah ikut terpengaruh. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apa sebenarnya dari globalisasi itu? Lalu apa sebenarnya kebudayaan itu? Apakah globalisasi tersebut merubah kebudayaan yang telah kita miliki? Jika memang demikian, apakah hal tersebut berdampak positif atau negatif terhadap kebudayaan kita? Lalu jika globalisasi berdampak negatif pada kebudayaan, hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk menanggulanginya? Sebagai mahasiswa, insan akademis yang kritis, sudah seharusnya hal ini kita perhatikan. Kita jangan hanya bisa menjadi pengguna teknologi, tapi kita juga harus memperhatikan dampak dari perkembangan teknologi saat ini bagi kebudayaan kita. Untuk itulah makalah ini dibuat agar dapat memberikan sedikit tambahan pengetahuan mengenai masalah tersebut.
B.     Rumusan Masalah
Yang menjadi masalah adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan Globalisasi?
2.      Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
3.      Apa dampak globalisasi terhadap perubahan kebudayaan?
4.      Bagaimana cara menanggulangi dampak negatif globalisasi terhadap kebudayaan?
C.    Tujuan
Yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui pengertian globalisasi
2.      Mengetahui pengertian kebudayaan
3.      Mengetahui dampak globalisasi terhadap perubahan kebudayaan
4.      Mengetahui cara menanggulangi dampak negatif globalisasi terhadap kebudayaan
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Globalisasi
Istilah globalisasi berasal dari kata global atau globe (globe = bola dunia; global = mendunia). Berdasarkan akar katanya tersebut, dapat diartikan globalisasi sebagai suatu proses masuk ke lingkungan dunia.
Pada era modern ini harus diakui bahwa peradaban manusia telah memasuki tahapan baru, yaitu dengan adanya revolusi komunikasi. Dengan cepat, teknik dan jasa telekomunikasi yang memanfaatkan spektrum frekuensi radio dan satelit ini telah berkembang menjadi jaringan yang sangat luas dan menjadi vital dalam berbagai aspek kehidupan dan keselamatan bangsa-bangsa di dunia. Pemanfaatan jasa satelit tidak semata-mata untuk usaha hiburan, namun berkembang secara meluas dan digunakan dalam teknologi pertelevisian, komunikasi, komputer, analisis cuaca, hingga penggunaan untuk survei sumber daya alam. Contoh paling mudah adanya pengaruh globalisasi adalah adanya siaran langsung televisi antarnegara. Hal-hal yang sedang terjadi di negara lain, misalnya final Piala Dunia di Jerman dapat kita ketahui pada saat yang bersamaan. Dalam hal ini definisi berita yang biasanya diartikan sebagai suatu peristiwa yang telah terjadi berubah menjadi suatu peristiwa yang sedang terjadi. Contoh lain adalah internet. Internet merupakan hasil penggabungan kemajuan teknologi komputer dengan kemajuan teknologi komunikasi yang dianggap sebagai bentuk revolusi di kedua bidang tersebut. Dengan kemampuan pembaruan data yang cepat, internet berkembang sebagai “jendela dunia” yang up to date. Melalui internet, banyak kemudahan yang dapat kita peroleh tanpa harus berurusan dengan birokrasi antarnegara. Pengiriman surat, data, atau dokumen-dokumen penting ke berbagai penjuru dunia dapat dilakukan dalam hitungan detik.
B.     Pengertian Kebudayaan
Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
C.    Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Kebudayaan
Masuknya budaya asing ke indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya (culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini mempengaruhi karakter sosial dan budaya dari lingkungan sosial. Menurut Soerjono Soekanto (1990) masuknya budaya asing ke indonesia mempunyai pengaruh yang sangat peka serta memiliki dampak  positif dan negatif.
1.      Dampak Positif
Modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur. Hal tersebut diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera baik batin, jasmani dan rohani.
2.      Dampak Negatif
Budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya;  kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
a.       Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya ada jurang pemisah yang lebar antara si kaya dan si miskin, akibat tidak meratanya pembangunan. Apabila jurang pemisah ini tidak segera ditanggulangi dan menimbulkan kecemburuan masyarakat sosial yang dapat menyebabkan keresahan dalam massyarakat. Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan hal- hal berikut ini:
Lahirnya kelompok kelompok sosial tertentu seperti adanya pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang menyebabkan masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering menimbulkan masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar disamping itu juga terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya dan jika tidak ditanggulangi secara cepat maka akan menimbulkan kasus kriminalitas.
b.      Kerusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak sebagai berikut:
         Polusi udara, menyebabkan sesak nafas, mata pedih, dan pandangan mata kabur.
         Polusi tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.
         Polusi air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat isi.
c.       Masalah Kriminalitas
Kriminalitas adalah perbuatan yang melanggar hukum atau hal-hal yang bersifat kejahatan, seperti korupsi, pencurian, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya. Dalam kriminologi kejahatan disebabkan karena adanya kondisi dan proses- proses sosial yang sama yang menghasilkan perilaku sosial lainnya. Artinya, terdapat hubungan antara variasi angka kejahatan dan variasi organisasi – organisasi sosial dimana kejahatan tersebut terjadi.sebagaimana dikatakan E.H. Sutherland (dalam Soejono Soekamto, 1990: 367) kriminalitas (perilaku jahat) merupakan proses asosiasi diferensial, karena apa yang dipelajari dalam proses tersebut sebagai akibat interaksi dalam pola dan perilaku yang jahat.
d.      Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda (sekelompok remaja). Misalnya tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang. Kenakalan remaja dapat disebabkan  oleh beberapa faktor, yaitu faktor eksternal dan internal.
1.      Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari remaja atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap negatif dan suka dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain itu,  kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
2.      Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri remaja itu artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja tersebut. Misalnya kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa. Seseorang yang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung akan mempunyai perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai yang berada pada masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia tidak tahan melihat pertengkaran orang tuanya.
D.    Cara Menanggulangi Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Kebudayaan
1        Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan bangsa kita dapat diserap sehingga akan memperkaya nilai budaya bangsa kita, sedangkan yang kita tinggalkan untuk itu, hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
a.       Meningkatkan kesetiaan kita kepada ideologi nasional (Pancasila).
b.      Mengembangkan sikap kekeluargaan dan gotong royong.
c.       Mengenali dan mengembangkan nilai seni budaya.
2        Memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional
Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri. Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan kebudayaan nasional melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas kebudayaan daerah sebagai budaya nasional, serta pelestarian dan pewarisan dan pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.
3        Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dalam rangka membangun masyarakat yang adil dan makmur yang tetap berkepribadian indonesia, kita harus tetap beriman dn bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Dalam menjalani tuntutan era globalisasi, kita tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa dengan ideologi dan pandangan hidup nasional yang tangguh serta kebudayaan nasional yang luhur.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Globalisasi merupakan sebuah hal yang tidak dapat kita elakkan lagi. Globalisasi memiliki dampak positif dan dampak negative terhadap kebudayaan kita. Untuk menanggulangi dampak negative globalisasi terhadap kebudayaan, kita dapat melakukan penyeleksian dan penyaringan nilai-nilai budaya asing, memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional, dan mempertebal keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa.
B.     Saran
Setelah diamati dampak dari masuknya unsur-unsur budaya asing ke indonesia disarankan agar kita dapat mengantisipasi budaya asing yang masuk ke indonesia karena beberapa bagian dari budaya tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan kita dan akan berdampak sangat buruk terhadap eksistensi budaya kita. Budaya yang baik, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dapat kita terima, namun budaya yang kurang baik sebaiknya tidak kita terima.

Sabtu, 13 April 2013

Seni Budaya Indonesia

Kata Pengantar


                Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang diberikan kepada kami sehingga dapat menyusun makalah yang berjudul “Estetika Tari Remo”. Di dalam makalah saya ini terdapat uraian tentang pengertian tari Remo, asal-usul tari Remo, tata gerak, serta busana-busana khas tari Remo.
                Ucapan terima kasih saya berikan kepada pihak yang bersangkutan beserta beberapa sumber informasi baik melalui buku, internet, dan dari pengetahuan yang lain juga tak lupa kepada guru saya. Saya memohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dalam makalah saya ini, saya menyadari bahwa makalah saya jauh dari kesempurnaan. Semoga isi yang disajikan dalam makalah saya dapat bermanfaat bagi pembaca.

i

Daftar Isi
Kata Pengantar……………………………………………………………  i
Daftar Isi…………………………………………………………………. ii
I.  PENDAHULUAN
    A.  Latar Belakang…………………………………………………….   1
    B.  Rumusan Masalah…………………………………………………   2
    C.  Tujuan……………………………………………………………..    2
    D.  Manfaat……………………………………………………………   2
II.  KAJIAN TEORI ( ISI )
  1. Pengertian Tari remo……………………………………………..    3
  2. Asal-usul Tari Remo…………………………………………......     3
  3. Tata gerak………………………………………………………...     4
  4. Tata Busana………………………………………………………    4
  5. Macam-macam Busana Tari Remo……………………………….   5
a)      Busana gaya Surabayan……………………………………….   5
b)      Busana Gaya Sawunggaling…………………………………     6
c)      Busana Gaya Malang…………………………………………   6
d)     Busana Gaya Jombangan……………………………………..   7
e)      Busana Remo Putri……………………………………………  7
  1.  Pengiring………………………………………………………….  8
  2. Upaya Melestarikan Tari Remo…………………………………..   8
III.  PENUTUP
  1. Kesimpulan……………………………………………………….   9
  2. Kritik dan Saran ………………………………………………….   9

ii

KEUNIKAN TARI REMO



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
                         

                Kebudayaan  ialah  salah satu aspek yang terpenting dalam kehidupan manusia. Salah satu unsur kebudayaan yaitu Kesenian. Kesenian pada masyarakat Jawa Timur  merupakan satu kompleks unsur yang tampak amat digemari oleh warga masyarakatnya, sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan masyarakat Jawa Timur.  Atas dasar fungsinya yang demikian, kesenian merupakan satu fokus kebudayaan Jawa Timur, diantaranya ialah seni tari Remo. Seni tari Remo ialah salah satu asset yang dimiliki oleh masyarakat karena merupakan seni tari yang khas dan asli dari daerah tersebut. Oleh karena itu, dalam makalah ini saya ingin mengulas mengenai keunikan tari Remo supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat yang masi kurang menaruh perhatian terhadap kebudayaan tradisional tersebut.
                   Di Jawa Timur khususnya, tari Remo sangatlah diandalkan menjadi kebudayaan seni tari unggulan. Tetapi tidak banyak orang yang sadar akan tindakan melestarikan tari Remo tersebut. Sehingga makalah ini perlu sebagai bahan pengetahuan mengenai tari Remo dan bagaimana upaya-upaya untuk melestarikan kebudayaan asi Jawa Timur ini.



Page : 1



B.  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara melestarikan kesenian tari Remo sebagai wujud rasa cinta terhadap seni tradisional di Jawa Timur ?

C.  Tujuan

  1.  Untuk mengetahui bagaimana cara melestarikan kesenian tari Remo sebagai wujud rasa cinta terhadap seni tradisional di Jawa Timur.

D.  Manfaat

  1. Dapat memberikan inspirasi tentang bagaimana cara melestarikan seni tradisional ( Tari Remo ) bagi generasi muda.
  2. Menumbuhkan rasa cinta bagi seluruh generasi muda di Indonesia terhadap kesenian tari Remo yang berasal dari Jawa Timur.







Page : 2



II. KAJIAN TEORI ( ISI )


A.  Pengertian Tari Remo

Tari Remo adalah salah satu tarian untuk penyambutan tamu agung, yang ditampilkan baik oleh satu atau banyak penari. Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur.


B.  Asal – usul Tari  Remo
Tari Remo berasal dari Jombang, Jawa Timur. Tarian ini pada   awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.


Page : 3


C.  Tata Gerak
         Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif.
D.  Tata Busana
             Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya, di antaranya:   Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan






Page : 4
E.   Macam – macam Busana Tari Remo

        a) Busana gaya Surabayan

Terdiri atas ikat kepala merah, baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18, celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas, sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, setagen yang diikat di pinggang, serta keris menyelip di belakang. Penari memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu, dengan masing-masing tangan penari memegang masing-masing ujung selendang.
Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.




   

 









Page : 5

    b)  Busana Gaya Sawunggaling

Pada dasarnya busana yang dipakai sama dengan gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni penggunaan kaus putih berlengan panjang sebagai ganti dari baju hitam kerajaan


     c)  Busana Gaya Malann

Busana gaya Malangan pada dasarnya juga sama dengan busana gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni pada celananya yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.


Page : 6

      d)  Busana Gaya Jombangan

Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling, namun perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi.

       e)  Busana Remo Putri

Remo Putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya remo yang asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu.

Page : 7
F.  Pengiring
          Musik yang mengiringi Tari Remo ini adalah gamelan, yang biasanya terdiri atas bonang barung/babok, bonang penerus, saron, gambang, gender, slentem siter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong. Adapun jenis irama yang sering dibawakan untuk mengiringi Tari Remo adalah Jula-Juli dan Tropongan, namun dapat pula berupa gending Walangkekek, Gedok Rancak, Krucilan atau gending-gending kreasi baru. Dalam pertunjukan ludruk, penari biasanya menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya.
G.  Upaya – Upaya  Melestarikan  Kesenian  Tari  Remo
      bagi  Generasi  Penerus 
●  Turut serta mempelajari tentang Tari Remo baik itu sejarah tantang tari Remo
    maupun mempelajari cara menari tari Remo yang baik dan benar.
●  Mencintai tari tradisional yaitu tari Remo dengan selalu menjunjung tinggi
    kebudayaan tradisional khas daerah.
●  Tidak mempelajari tarian modern yang berasal dari Barat secara berlebihan
●  Tidak mengandalkan tarian modern dan menjadikannya tolok ukur keindahan
    seni tari
●  Mengadakan pertunjunkan seni yang mengunggulkan kesenian tradisional
    yaitu seni tari Remo
Page : 8
III. PENUTUP
A.  Kesimpulan
                  
                   Dari pembahasan di atas, dapat diketahui mengenai keunikan tari Remo yang telah dikaji, diantaranya ialah pengertian, asal-usul, tata gerak dan macam-macam busana tari Remo dari daerah masing-masing. Serta diuraikan mengenai upaya-upaya melestarikan kesenian tari tradisional tersebut. Begitu pentingnya kesenian tradisional tari Remo bagi generasi muda dan tidak hanya di Jawa Timur saja generasi muda melestarikannya melainkan juga kewajiban seluruh masyarakat Indonesia karena tari Remo merupakan salah satu kekayaan budaya seni tari di Indonesia.  Sehingga, alangkah  baiknya apabila kita menjaga kekayaan bangsa Indonesia, dan menjunjunganya hingga ke kancah internasional sebagai wujud rasa cinta dan kebanggaan terhadap kesenian tradisioanal kita.

B.  Kritik dan Saran
            Kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah “ Keunikan Tari Remo” ini, oleh karena itu kami mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

( Sumber : www.wikipedia.org )
Page : 9

Written by Nur fredy Widiatmoko